Serba Serbi TL (Tugas Luar)

by - Agustus 29, 2022

pic source: pixabay.com

Saat masih jadi karyawan swasta, saya jarang banget ditugaskan keluar. Pekerjaan saya sehari-hari adalah staf administrasi yang bekerja di belakang meja. Kalopun ada tugas luar, biasanya hanya ikut training admin demi memperdalam skil dan pengetahuan di bidang yang saya kerjakan sehari-hari.

10 tahun bekerja di perusahaan swasta, hanya lima kali saya ditugaskan keluar kota. Tiga kali ke Jakarta, satu kali ke Bogor dan satu kali ke Kendari. Saat itu (selain perjalanan ke Kendari), semua transportasi dan akomodasi disiapin perusahaan (maksudnya saya gak perlu capek pesan tiket pesawat dan hotel karena perusahaan udah menyiapkan segalanya).

Saat akan berangkat, tiket pesawat udah di tangan. Pun dengan hotel, saat tiba di tempat tujuan, udah ada tim penjemput di bandara yang siap sedia mengantar kami ke hotel tempat diadakannya training. Saya cuman nyiapin koper. Dan tentu aja, biaya-biaya lain yang saya keluarin selama perjalanan juga tetap di-reimburse oleh kantor. Masih pula dapat uang saku. Ahh, jadi kangen saat-saat itu, hehehe 😄

Baca Juga: Contoh Surat Resign

Lalu bagaimana dengan tugas luar yang saya lakukan saat ini? Hmmm sungguh sangat jauh berbeda, hehehe. Setelah hampir dua tahun jadi ASN, tugas luar kota paling jauh hanya sampe Kendari. Selama ini, bila ada tugas luar, biasanya hanya di dalam daerah aja, berkunjung ke desa dan kecamatan yang ada di Buton Tengah, wilayah kerja saya saat ini.

Oh iyaa, tujuan saya menulis ini bukan untuk membanding-bandingkan yaa, karena memang gak bisa dibandingin. Perusahaan swasta dan instansi pemerintah tentu punya aturan berbeda terkait perjalanan dinas pegawainya. Sesuai judulnya, saya hanya ingin menuliskan serba-serbi yang saya alami saat melakukan tugas luar.

hari-hari terakhir ngantor di kantor lama, sebelum ngajuin cuti lahiran disusul resign

Tahun 2013 adalah pertama kalinya saya tugas luar ke Jakarta. Saat itu saya ditunjuk mewakili rekan-rekan admin dari Baubau untuk mengikuti agenda tahunan perusahaan yaitu training admin yang diikuti oleh perwakilan admin dari seluruh Indonesia. Kalo ditotal, pesertanya kurang lebih 100-an orang. Itu adalah kali pertama saya naik pesawat seorang diri. Pertama kali naik pesawat adalah tahun 2007 bersama teman-teman kampus saat ikut study banding ke Jawa-Bali.

Baca Juga: 2007 dalam Kenangan

Bagaimana rasanya naik pesawat seorang diri? Ternyata gak seseram yang saya bayangkan, hehehe. Saya tetap bisa menikmati perjalanan dengan nyaman. Saat tiba di Jakarta, saya mulai membaur dengan rekan-rekan admin lain. Sebagai seorang introvert, saya akui, memang bukan saya yang memulai obrolan dengan mereka tapi merekalah yang mencairkan suasana.

Saya ingat, ada rekan dari Balikpapan yang suka melucu, semua yang berada di dekatnya selalu tersenyum karena adaaa ajaa cerita lucu yang keluar dari mulutnya. Dia juga bercerita tentang banyak hal. Dari ceritanya, kami jadi tahu kalo ternyata dia suka menulis walau dia bukanlah seorang penulis Balikpapan. Katanya, saat masih sekolah hobby-nya adalah menulis di diary. Mendengar ceritanya yang suka nulis di diary, mau gak mau membuat saya teringat masa lalu yang punya hobby yang sama namun sekarang saya udah ganti media, jadi nulisnya bukan di diary lagi melainkan di blog. Sayangnya sejak resign dari kantor lama, saya kehilangan kontaknya jadi gak tahu lagi gimana kabarnya saat ini. Saya berharap, suatu saat bisa berjumpa dengannya lagi. 

rekan-rekan admin dari beberapa kota di Sulawesi, Kalimantan dan Papua di training admin tahun 2013


Kali kedua dan seterusnya saya mulai terbiasa. Apalagi perwakilan  admin dari Sulawesi Tenggara mulai banyak yang ikutan jadi saya gak sendirian lagi naik pesawat, udah ada teman ngobrol selama perjalanan. Sayangnya setelah pandemi menyerang pada tahun 2020 lalu, pelaksanaan training adminnya gak kayak dulu lagi, melainkan dilakukan secara online. 

Baca Juga: Bawa Anak ke Kantor, Yeay or Nay?

Setelah menjadi ASN, tugas luar pertama yang saya lakukan adalah memantau dan melakukan survey harga pangan di salah satu pasar tradisional di Kabupaten Buton Tengah. Bagaimana rasanya? Jujur aja, saat ditunjuk untuk melakukan tugas itu, saya deg-degan dan excited. Deg-degan karena itu adalah pertama kalinya saya turun langsung ke lapangan, excited karena itu adalah tugas pertama yang dipercayakan kepada saya jadi saya harus melakukannya dengan sebaik-baiknya.

Oh iyaa, dari semua tugas luar yang pernah saya lakukan, perjalanan tugas luar seminggu lalu adalah salah satu yang paling berkesan dan susah dilupakan. Jadi, saat itu, saya dan seorang rekan magang melakukan pengambilan data FSVA (Food Security and Vulnerability Atlas atau peta ketahanan dan kerentanan pangan) di seluruh desa yang ada di Kecamatan Lakudo (salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Buton Tengah). Saat kami hendak berkunjung ke desa terakhir, kami kesasar di tengah hutan (saya sebut hutan karena di sana gak ada rumah dan di sepanjang jalan yang terlihat hanya semak dan pepohonan).

Kami berdua memang belum pernah ke desa itu dan b*dohnya kami putuskan untuk lewat jalan pintas agar cepat sampai ke tujuan. Sebelum melewati jalan itu, kami bertanya pada warga apa benar itu jalannya dan warga mengiyakan. Dengan penuh percaya diri kami jalan, namun hingga 20 menit berjalan, gak ada tanda-tanda akan menemukan sebuah desa, yang ada jalan semakin rusak dan pohon yang kami temui semakin rimbun. Perasaan kami mulai gak enak. Dan benar aja, setelah hampir setengah jam berjalan kami sampai pada ujung jalan yang mentok. Di depan gak ada apa-apa lagi selain pohon. Seketika bulu kuduk merinding, kami saling berpandangan lalu memutuskan untuk balik kanan aja (sepertinya bakalan panjang kalo saya ceritain detailnya, hehehe, jadi cukuplah saya ceritakan sampai di sini aja).

Sungguh itu adalah pengalaman nyasar yang gak enak banget. Kalo nyasar di tengah kota sih masih agak mendingan karena ada banyak orang yang dijadiin tempat bertanya, apalagi bila nyasarnya di kota besar seperti Balikpapan, kan bisa bertanya pada warga yang udah paham banget seluk beluk kotanya, misal bertanya pada Travel blogger Balikpapan,  lah ini nyasar di tengah hutan cuyyy, kemana tempat bertanya? Duh, semoga pengalaman nyasar ini cukup sekali aja deh yaa, jangan lagi terulang untuk kedua kalinya. Ngeri banget euy. Untungnya motor yang kami kendarai gak ngambek dan mogok di tengah hutan. Gak kebayang kalo itu terjadi, mana kami gak punya paket data internet pula untuk share lokasi dan untuk menjelaskan lokasi keberadaan kami pun terasa sulit karena kami memang gak tahu daerah itu, ckckck

foto yang diambil di hari itu tapi di desa lain, sebelum kami nyasar 

Selama ini saya selalu menikmati setiap perjalanan tugas luar yang diberikan, baik saat masih jadi karyawan swasta maupun setelah jadi ASN. 

Kejadian kurang menyenangkan seperti minggu lalu gak membuat saya jera untuk turun ke "lapangan" lagi. Bukankah di setiap kejadian selalu ada pelajaran dan hikmah yang bisa dipetik? Seperti itu juga yang saya rasakan. Kejadian itu mengajarkan saya untuk lebih berhati-hati dan gak ceroboh dalam mengambil keputusan.

Setiap perjalanan tentu akan menorehkan ceritanya sendiri. Saya memilih untuk terus menikmati perjalanan apapun yang ditugaskan kepada saya 😊

You May Also Like

22 Comments

  1. Pengalaman yang seru sih dinas atau tugas luar itu. Biarpun tetep selalu deg-degan yaa apa yang akan dilalui di sana dan gimana kita menghandle-nya karena kan lingkungannya baru, nggak kayak di kantor sendiri.

    Dulu saya seneng banget kalo disuruh tugas keluar kota. Kadang jadi junior sendiri, lainnya level manager, ikut audit sana-sini. Sering cemas dikira sotoy ama auditee-nya karena muda sendiri tapi happy punya pengalaman baru ke mana-mana. Emang anaknya suka jalan juga sih 😅

    BalasHapus
  2. Pengalaman dinas ke luar kota atau setidaknya keluar lapangan, memang punya cerita unik dan kisahnya sendiri sih. Selain mengatasi rasa kejenuhan dan kebosanan karena kelamaan di meja kantor.

    Kalau saya pribadi memang paling senang dinas ke luar kota, makanya kalau bekerja saya cari pekerjaan yang memang banyak ke luar kotanya semisal kalau di dunia IT tuh ada Implementor yang tugasnya pasti ngebantu implementasi sistem informasi di pihak klien.

    Nah, kalau masalah uang saku dll, saya anggap bonus. Tapi ngobrol dan ketemu orang barunya itu yang bagi saya sangat seru.

    BalasHapus
  3. Kebayang sih Kak, lagi di jalan yang nggak eungeuh itu ke arah mana, tiba tiba jalannya mentok dan beneran sampai situ doang. Hiy, bisa mendadak lari sprint tuh aku kalau jadi Kakak.

    BalasHapus
  4. Mba ira.. Aku kadang merasa introvert jg tp kalau aku malah suka banget kunjunhan ke tempat baru gitu. Seru rasanya ketemu org baru dan pengalaman tak terduga tentunya. Repotnya kalau habis TL itu harus bikin laporan ya mbak. Eheheh

    BalasHapus
  5. kalau tugas luar gini itung-itung refreshing yaa pas lagi di jalan, hihi. jadi inget dulu ketemu jalanan rasanya seneng banget :)) aduh ini serem sekalii sampe nyasar di hutan, mau nyasarnya pagi atau siang pun kalo udah di hutan ga bisa tenaang.

    BalasHapus
  6. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  7. dinas luar kota itu memang seru sih dan bisa sekalian dimanfaatkan buat travelling tipis-tipis. hihi. kalau aku jujur selama kerja di perusahaan sekarang baru 1 kali ikut dinas luar kota setelah itu nggak pernah lagi ditunjuk.

    BalasHapus
  8. Seru banget yaa.. ada dinas luar.
    Kalau dari cerita saudaraku yang sudah berkeluarga, dia bilangnya, "Kalau kerja, ya pikiran di kerjaan, mbak.. Tapi kalau sedang waktu senggang, suka kangen sama anak-anak."

    Ini yang bikin tugas luar semakin seru yaa..

    BalasHapus
  9. Senasib, selama jadi ASN tidak pernah dikirim dinas ke luar kota kecuali punya inisiatif mengusulkan sendiri melalui pelatihan. Artinya didanai hanya sebagian. Itupun sekarang tidak lagi. Yah, tapi tidak apa-apa, soalnya pertanggungjawabannya berat. Bukan sekedar jalan-jalan, tapi mesti ada laporan capaian dan luaran yang harusnya dideseminasikan.

    BalasHapus
  10. Salah satu keistimewaan jadi admin ya mba. Senangnya tugas luar sambil bertemu banyak orang seprofesi. Berapa lama jadi admin sebelum akhirnya berlabuh jadi ASN mba? Semoga sukses selalu kariernya ke depan.

    BalasHapus
  11. Selalu seruuuu baca cerita mba Ira. Merekam memories dengan sangaattt WOW
    Detail bangettt dan memang tugas luar tuh semenarik ituuuu yak

    BalasHapus
  12. saya malah baru naik pesawat sesudah jadi blogger Mbak
    naik pesawat dari Jakarta ke Jogja dan balik lagi selama menjalani pendidikan Danone Blogger Academy, duh jadi pingin nulis juga:D

    BalasHapus
  13. Senangnya dapat tugas kerja ke luar, apalagi bisa merasakan naik pesawat terbang, duh senangnya ..... bisa mewarnbaik hidup, sukses selalu

    BalasHapus
  14. Dulu di tahun 2000 aku pernah ditugaskan keluar kota oleh perusahaan pelangsingan badan tempat bekerja senang banget karena sering. Dari kantor pusat Jakarta ke beberapa pulau Jawa. Setelah itu pindah diperusahaan property tidak pernah lagi.

    BalasHapus
  15. Serba-serbi dinas luar yang dirindukan yaa, kak Ira.
    Rasanya kalau sudah lama gak dinas, pingin juga mengulangi kembali masa-masa itu. Dan bisa menjadi lebih kaya akan pengalaman.

    BalasHapus
  16. Kalau aku tipe yg sukayugas luar mba.. pastinyamemanh bnyk pelajaran yg bisa diambil.. ketemu pnduduk sekitar dn audit yg Kita lakukan

    apapun itu y mba selalu menikmati setiap perjalanan tugas luar

    BalasHapus
  17. bner banget mba, selalu ada hikmah yang kita temukan saat dinas luar , apalagi bertemu langsung dengan penduduk di lapangan. Kalo saya suka banget dpt tugas luar, itung2 buat healing sebentar

    BalasHapus
  18. ASN memang kadang ada tugas luar ya mbak, suamiku juga sering tugas luar
    Dia nyebutnya DL, dinas luar

    BalasHapus
  19. Asik banget kalau tugas luar bisa sekalian jalan jalan ya hehe

    BalasHapus
  20. Tugas luar apalagi ke luar kota bahkan luar pulau memang menyenangkan ya mba, itung-itung liburan gratis kalau aku mah walaupun tetap judulnya kerja hehe

    BalasHapus
  21. Tugas luar maksudnya perjalanan dinas ya kak? wah bisa sekalian wisata donk ya kalau pekerjaan utama udah selesai asik nih

    BalasHapus
  22. Untung pula nyasarnya nggak sendiri ya Mbak dan naik motor. Gak kebayang kalau nyasar sendiri dan jalan kaki, di tengah hutan pula. Saya saja kalau nyasar di tengah kota udah panik duluan cuma ya emang masih mending nyasar di tengah kota daripada nyasar di tengah hutan. Untung Mbak dan temannya bisa kenbali ya.

    BalasHapus

Bikin acar dari kedondong
Setelah dibaca, minta komennya dong! 😉