Layangan Putus

by - Januari 31, 2022

layangan tidak putus, hehehe

Akhirnya tergoda buat nulis Layangan Putus juga, hahaha πŸ™ˆ. Kalo cuman sendiri sih sebenarnya agak ogah-ogahan nulis tentang hal ini, namun karena ada teman nulis dengan tema serupa jadilah oke aja deh.

Jadi gini, saya ini kan semangat nulisnya suka timbul tenggelam, antara ada dan tiada gitu deh. Jadi saat nekad buat blog ini dan kemudian men-tld-kannya, akhirnya bingung dong, mau diisi pakai apa nih blog? Dengan mood yang sering berubah ditambah malas pula, membuat blog baru (lagi) adalah kesalahan fatal, lah 2 blog sebelumnya aja udah keteteran dan nyaris gak keurus, masih mau sok-sokan nambah beban baru 🀦‍♀️

Namun karena udah terlanjur, mau gak mau saya harus komit dengan diri sendiri. Sejak didomainkan pada tanggal 4 Januari lalu, dalam hati saya berjanji akan selalu mengisi blog ini (walau mungkin cuman 1 artikel sebulan) πŸ’ͺ🏻

Saat saya posting alamat blog baru ini di whatsapp story, Diah, teman sesama blogger Sultra langsung komen. Dia mengajak saya untuk collab. Gayung pun bersambut, ajakan Diah ini seperti menjawab kekhawatiran saya sebelumnya, kekhawatiran gak bisa ngisi blog ini. Ajakan Diah ini "memaksa" saya untuk menghasilkan minimal 1 artikel di blog ini setiap bulannya. Thank you yaa, Say, sudah berkenan mengajak saya collab πŸ€—.

Dan kemudian kami sepakati untuk publish artikel collabnya setiap akhir bulan. Dan setelah mendiskusikan tema apa yang akan kami bahas pada bulan pertama ini, kami sepakati untuk membahas Layangan Putus. Jadi begitulah sodara-sodara, mengapa akhirnya tulisan tentang Layangan Putus bisa terbit juga di blog ini πŸ˜ƒ.

Silakan baca tulisan Diah tentang layangan putus ini di sini yaa πŸ‘‡

Layangan Putus

Namun jangan salah, walau judulnya adalah layangan putus, saya gak akan bahas dramanya karena memang gak nonton dramanya. Lalu apa yang akan saya bahas? Agak bingung sebenarnya mau bahas apa karena seperti yang saya bilang tadi, saya gak nonton serialnya. Walau teman-teman kantor hampir setiap hari membahasnya dan berusaha meracuni saya agar mau nonton dramanya, namun hati saya bergeming, sedikitpun gak ada ketertarikan untuk nonton. Entahlah rasanya gak mood aja mau nonton, padahal link untuk nonton drama ini udah tersebar luas di seantero facebook. 

Singkat cerita. Di suatu malam yang sunyi (karena udah tengah malam), saya terbangun dari tidur karena kebelet pipis. Saat itu saya melihat suami belum tidur, ia sedang serius menatap layar laptopnya. Melihatnya seserius itu membuat saya kepo dong, lalu saya mendekatinya dan tahukah kalian apa yang sedang dilakukannya, gaes? Yap, kalian benar, my honey bunny strawberry itu sedang menonton layangan putus (LAYANGAN PUTUS), gaes 😱! Saya shock dibuatnya (lebay deh, hahaha 🀣), kok bisa ia tertarik nonton layangan putus? 

Lalu saya pun bertanya apa alasan yang mendasari keputusannya nonton layangan putus? Jawabannya adalah karena penasaran. Rasa penasaran itu menuntunnya untuk mendownload dramanya dan kemudian menontonnya. Menurut suami, dramanya bagus, akting para pemainnya juga jempolan. Hanya satu kalimat yang keluar dari mulut suami saat saya minta ia menceritakan kembali apa yang sudah ditontonnya. "Aris jahat banget, ia tega menghianati istri dan anaknya demi Lidya, selingkuhannya".

Mendengar jawaban suami, saya bersyukur dengan keputusan yang saya ambil untuk gak nonton serial layangan putus ini. Berikut beberapa alasan yang mendasari saya gak nonton:

  1. Takut gak bisa kontrol emosi 
  2. Takut jadi suudzon sama suami
  3. Beberapa tahun terakhir memang udah gak tertarik nonton sinetron Indonesia, siapapun pemerannya.

Ahh iyaa, saya baru ingat, rupanya ini bukan kali pertama suami saya nonton serial serupa Layangan Putus ini. Tahun lalu, ia juga keranjingan nonton My Lecture My Husband yang secara kebetulan juga diperankan oleh Reza Rahadian. Wahh ternyata suami saya pecinta sinetron, gaes!

Namun ketika saya tanya apakah ia gak tertarik nonton Ikatan Cinta? Jawaban yang keluar dari mulutnya adalah "OGAH!". Hahaha rupanya saya salah, sepertinya ia bukanlah pecinta sinetron melainkan hanya penyuka akting Reza Rahadian saja (?).

Adakah yang sama seperti suami saya, suka pada serial Layangan Putus? Atau malah ogah nonton seperti saya? Yuk bagikan ceritamu di kolom komen πŸ˜‰ 


You May Also Like

34 Comments

  1. Saya pun tak ikuti serial layangam putus, sesekali lewat tiktok thrillernya juga tak membuat saya tertarik utk nonton setiap episodenya..jadi salut juga sama suami mbak mau nontonnya walau dengan alasan senang dengan aktingnya reza..setidaknya suami mbak jadi ikut terbawa emosi kan ya ngeliatnyaπŸ˜€

    BalasHapus
  2. Aku adalah salah satu orang yang nggak nonton Layangan Putus, tapiiiiii tau bgt jalan ceritanya. Karena apa? terlalu banyak spoiler di IG hahahaha. Karena dah liat berbagai cuplikan yang bertebaran akupun memutuskan nggak nonton. Prefer kalau selerau nonton romantic comedy wkwk

    BalasHapus
  3. Sama nih kak. Aku juga ogah nonton sinetron2 ini, termasuk Layangan Putus takut malah ngga bisa kontrol emosi. Lha di kehidupan nyata, aku aja selalu dicurhatin suami tetangga yang selingkuh. Atau istrinya yang cari suami lain krn suami dianggap ga menafkahi secara lahir. Eh pas dapat suami baru, ternyata malah morotin istrinya.

    Pokoknya cerita2 di sinetron itu udh sering aku denger. Dan aku ngga mau hal2 kayak gitu mengganggu hidupku. Biarlah hidupku tenang. Hahaha..

    BalasHapus
  4. Aku nonton Layangan Putus sepertinya karena pemerannya adalah Reza Rahadian dan Putri Marino... Karena dari dulu suka kedua aktor aktris tersebut...

    BalasHapus
  5. betul mbak, tampaknya viralnya layanganputus selain cerita yang diangkat dari novel penulis melainkan pemainnya daya tariknya luar biasa apalgi reza tahu sendiri kan aktingnya yang top

    BalasHapus
  6. Awalnya aku juga tertarik nonton Layangan Putus karena yang main Reza Rahardian. Memang Reza itu magnet bangettt, sampai jadi viral sekarang pasti juga karena adanya Reza disitu. (Disamping memang cerita dan acting pemain bagus banget)

    BalasHapus
  7. Hehe...aku wes nebak ini, suaminya ngefans sama reza rahardian.. Tapi kalau bicara layangan putus, aku juga ngga nonton mba. sama kayak dirimu, alasannya takut kebawa termosi :). mending baca novelnya aja.

    BalasHapus
  8. wahahhah jarang2 kan ya cowo suka nonton sinetron? iya gak sih?! tapi aku pun dari dulu males nonton sinetron, panjang dan drama nya berlarut2 wkkwkwkwk

    BalasHapus
  9. Sampai sekarang, saya hanya menonton layangan putus itu hanya dari cuplikan-cuplikan saja yang ada di medsos. itu saja sudah emosi. Nggak kebayang kalau nonton full. Duh, daripada emosi jiwa, mending mah skip nontonnya. Hehehehe

    BalasHapus
  10. Gak nonton Layangan Putus, soalnya *sok* sibuk hahaha....Karena udah tahu cerita aslinya, pas dulu heboh dan trending di twitter. Jadi daripada buang waktu nonton Layangan Putus, mending nonton Drakor aja deh hehehe...

    BalasHapus
  11. Saya nggak nonton
    Cuma selslu terpapar spoiler nya di sosmed
    Takut emosi KLO nonton

    BalasHapus
  12. Daku pribadi mendingan nonton Harry Potter, Home Alone, atau film nya Dan Brown hehe

    BalasHapus
  13. Mba, layangan putus yang notabene adalah web series itu beda lho kualitasnya dengan sinetron yang tayang di TV. Hahahaha

    Aku juga anti banget nonton sinetron, karena tau lah ya kita kayak apa kualitasnya, jalan ceritanya, konfliknya, akting pemerannya, semua... Ya sudahlah. Hiks

    Tapi kalau mbaknya nonton layangan putus, pasti bakal tercengang! Karena dari segi akting, penulisan skenario, ini sekelas dengan drama korea. Coba deh mbak nonton episode 1 dulu. Haha... Maksa!

    Aku seneng sih, semoga dengan hadirnya web series ini bisa merubah dunia sinetron di TV juga.

    BalasHapus
  14. Layangan putus jadi pembicaraan dimana-mana, istri saya penasaran dan nonton film itu. Bersyukur dia ambil sisi positifnya aja. Dan saya tahu karena diceritakan olehnya tentang film ini.

    BalasHapus
  15. Kadang saya agak aneh sih dengan penonton yang reaksi berlebihan terhadap karya series ini, padahal ini karya fiksi. Persoalan nggak mau nonton karena takut curiga sama suami, juga agak nggak make sense. Karena yang selingkuh di series ini bukan hanya lelaki (Aris), ada juga karakter perempuan yang selingkuh dari suaminya.

    BalasHapus
  16. heboh banget ya serial layangan putus ini karena tentang perselingkuhan. aku juga undh nonton sampai akhoir, agak geram sama aris juga. tapi terlepas dari ceritanya yang bikin geram, scene nya toomuch sih buatku. adegan adegan dewasanya kebanyakan, niru serial holywood banget. itu aja sih selebihnya lumayanlah

    BalasHapus
  17. Oh ada kesukaan pada akting pemeran film juga bisa menjadi penasaran ingin melihat aktor aktris berlaga, pas jawabannya

    BalasHapus
  18. udah mba nonton serial manifest aja...lebih greget dan dijamin makin sayang sama keluarga mah mba hahahaha

    BalasHapus
  19. Saya yang baca novelnya saja berimajinasi liar kesana kemari membuat dahaga sukma, semoga dijauhkan dari hal-hal negatif serupa dalam rumah tangga

    BalasHapus
  20. Sebagai seorang suami dan ayah, saya gak ada waktu nonton ginian. Mending ngeblog deh... Atau merawat tanaman koleksi... Bisa jadi mood booster

    BalasHapus
  21. Aku juga belum nonton film Layangan Putus. Waktunya yang belum sempat ya.Terus udah keseringan nulis isue perselingkuhan jadi hapal banget sifar laki-laki yang terkadang SANGAT menggemaskan.Dimana kita istri diminta banyak untuk bertoleransi pada sikapnya,hal yang sulit dilakukan tetapi seperti sebuah keharusan yaaaa....

    BalasHapus
  22. Drama yang fenomenal ya Mbak. Garis merah ceritanya sih sama. Tapi sisi-sisi kejadiannya beda dengan versi layangan putus yang sesungguhnya. Tapi itulah dunia entertainment ya. Harus bisa memenuhi keinginan dan selera publik.

    BalasHapus
  23. Hehehe, saya juga gak nonton serial ini. Soalnya saya sadar diri kalo saya baperan orangnya. Suka kebawa ke dunia nyata deh bete dan sebelnya. Kasian anak2 dan suami yang jadi sasaran. Gak cuma Layangan Putus aja yang saya skip. Drakor tema serupa walopun viral, gak saya tonton. Demi ketenangan hati. Hahahaha.

    BalasHapus
  24. Semoga terus konsisten menuliskannya ya mbak. Sayang, klo udah sewa domain tapi blognya gak keurus..

    BalasHapus
  25. Hahaha saya ngakak nih pas mbak ceritain saat pergok suami nonton layangan putus, heboh bener mbak tulisannya xD saya sukaa

    BalasHapus
  26. hihihi saya gak mau menonton karena pernah baca waktu viral di facebook

    gak mau nonton karena ini berkisah tentang perselingkuhan yang sering bikin emosi

    BalasHapus
  27. layangan putus berhasil membuat penontonnya menjadi baper, khususnya para suami hehehe

    BalasHapus
  28. Saya pun gak tertarik nontonnya, apa pun bertema orang ketiga, skip skip, mending cari cerita drama keluarga yang happy2 aja. Suami pun pernah berpesan kalo denger musik atau nonton film tuh yang bagus-bagus aja, kata-kata bisa jadi doa. Jleb deh denger dia bilang gitu, bener juga sih..

    BalasHapus
  29. Kak Ira aja yang udah berkeluarga aja gak nonton, apalagi daku yg belum ganti status. Jadinya cari tayangan lain yang lebih bersahabat haha

    BalasHapus
  30. Kalau aku gak nonton Layangan Putus karena memang sudah lama gak nonton film.... Jadinhya memang ga minat nonton walau kadang kalau lihat cuplikan di reels suka jadi penasaran hehe...

    BalasHapus
  31. Aku cuma tahu ini dari medsos, mbak sama sepintas lihat potongan adegannya di youtube. Cuma kalau bicara akting para pemainnya bisa bikin orang ikutan marah, berarti sukses berperan dengan karakter itu.

    BalasHapus
  32. Suami saya nggak suka nonton sinetron mbak, sukanya nonton tayangan olahraga aja. Sering nonton tayangan olahraga tapi nggak pernah olahraga hehehe

    BalasHapus
  33. suamiku juga yang malah nontin Layangan Putus mbak, malah akunya yang nggak tertarik, karena kan berlanjut terus takut ketagihan, hehe. Tapi keren banget Reza Rahadian Anya dan Putri Marino yang bikin greget jagad weTV dengan serial Layangan Putusnya yang viral.

    BalasHapus
  34. Saya ga nonton layangan putus tapi baca ceritanya di KBM di FB. Menjadi menarik karena base true story sih. Dan paksu sudah lebih dahulu saya ceritain.. Dan kebetulan pak su ga suka nonton juga.. Hihi...

    BalasHapus

Bikin acar dari kedondong
Setelah dibaca, minta komennya dong! πŸ˜‰