Hari Ke-11 di Rumah Sakit

by - November 05, 2022


Tak terasa, hari ini tepat sebelas hari anak kedua kami menjadi penghuni rumah sakit. Bila sebelumnya dia dirawat di RSUD Buton Tengah, kali ini kami sudah berada di Siloam Hospital Buton, di Kota Baubau. Si kesayangan ini dirujuk ke sini karena sejak hari pertama hingga hari kedelapan dirawat di RSUD Buteng, kondisinya belum ada perubahan, demamnya belum turun juga. Makanya dokternya memutuskan untuk merujuknya agar bisa mengetahui apa penyebab si demam yang rasanya betah banget tinggal lama-lama di tubuh kesayangan kami ini.

Baca Juga: 1 Minggu Terakhir di Bulan Oktober 2022

Maka pada hari Rabu sore lalu, kami resmi menjadi pasien di sini. Ditempatkan di ruangan I-3, kami harus mulai membiasakan diri dengan keadaan dan suasana di sini karena menurut dokter, sepertinya kami akan lama tinggal di sini karena dari hasil pemeriksaan, anak kedua kami ini menderita radang paru atau pneumonia. .

Menemani anak yang sedang sakit di rumah sakit membuat saya sadar bahwa kesehatan adalah hal yang sangat mahal harganya. Sebagai orang tua, melihat anak sakit rasanya berat banget. Seandainya sakitnya bisa dipindahkan, biar saya aja yang memikul rasa sakit itu agar anak saya bisa menikmati keseharian tanpa harus merasa sakit dan gak berdaya.

Momen yang paling menyakitkan adalah ketika melihatnya kejang. Ingin rasanya saya melakukan sesuatu namun yang terjadi saya hanya diam dan gak bisa berbuat apa-apa. Saya cuman pasrah sembari berdoa menyaksikan tubuh mungil anak saya kaku dan bergetar hebat di atas ranjang UGD. Syukurlah setelah ditangani dokter dan perawat, kejangnya perlahan mereda dan akhirnya berhenti.

Sejak hari pertama dirawat hingga hari ini terasa sangat berat. Wajah saya seolah menua dalam kurun waktu singkat. Saya seperti lupa pada diri sendiri karena pikiran saya kusut dan terlalu fokus pada anak. Hah, skincare-an? Kegiatan apa itu? Bisa cuci muka aja udah alhamdulillah banget. Wajah ini udah terlihat kusam banget karena jarang dibersihkan. Berat badan juga ikutan menyusut karena makan jadi gak teratur.

Syukurlah, di hari ke sebelas ini keadaan anak saya mulai membaik. Demamnya udah turun. Suhu tubuhnya gak pernah menyentuh angka 38º celcius lagi. Antibiotik yang sebelumnya diberi via infus, kini mulai diberikan secara oral. Kata dokter, bila keadaannya terus membaik, gak lama lagi kami boleh pulang ke rumah. Doakan semoga terus membaik yaa, amiiiin 😇🤲

Di hari kesebelas ini, pikiran saya mulai terbuka dan tiba-tiba merasa tersentil. Betapa selama ini saya hanya fokus pada kesedihan dan lupa pada banyaknya nikmat yang kami dapatkan. Ya Allah, maafkan hambaMu yang kurang bersyukur ini. Setelah saya ingat-ingat, selama anak kami dirawat, banyak banget sahabat yang peduli.

Saat tahu anak kami sakit, beragam bantuan kami terima dari para sahabat berhati mulia ini. Banyaknya kebaikan yang mereka beri kepada kami membuat saya malu karena selama ini udah banyak mengeluh. Rasa-rasanya kebaikan yang kami terima datang tanpa henti dari berbagai arah. Dari lubuk hati saya yang terdalam, saya haturkan terimakasih tak terhingga kepada para sahabat yang udah meluangkan waktu datang berkunjung memberi semangat, doa dan materi yang rasanya sulit untuk kami balas. Memang benar yaa, dalam setiap cobaan, pasti ada hikmah yang bisa dipetik.

Menyadari hal ini, sepertinya ada baiknya bila saya mencoba membuat jurnal syukur untuk mencatat kebaikan yang saya dapatkan, sekecil apapun itu. Dengan membuat jurnal syukur ini, saya akan belajar menghargai kebaikan-kebaikan yang saya terima, sekecil apapun nilainya. Ini akan membantu saya lebih mudah bersyukur dan gak gampang mengeluh. Ya, sebenarnya, bila kita eh saya mau sedikit aja membuka hati dan membuang ego, saya pasti sangat mudah menemukan kebaikan yang selama ini tertutupi oleh rasa suudzon dan egois.

Hari ini, hari ke-11 kami di rumah sakit, saya mulai terbiasa dengan suasana di sini. Saya yang awalnya gak nyaman dengan kunjungan rutin dokter dan perawat, mulai membuka diri kepada mereka. Untuk kegiatan ngeblog juga udah mulai mencoba untuk aktif kembali dan langkah pertama yang saya lakukan adalah menulis artikel ini.

Di hari ke-11 ini, saya berharap keadaan anak saya semakin membaik, tubuhnya semakin kuat, demamnya gak muncul-muncul lagi dan berat badannya semakin meningkat agar kami bisa secepatnya pulang ke rumah. Aamiiin! 😇🤲



*pic source: pixabay.com

You May Also Like

11 Comments

  1. Duh kalo anak sakit, hati Ibunda memang heartbreaking bgt ya
    Smogaaa segera sehaaattt, semangat dan siap beraktivitas seperti sedia kala

    BalasHapus
  2. Amiin.. Semoga cepet sembuh ya.. Dan Tetap semangat ya... Bunda harus juga jaga sehat

    BalasHapus
  3. Semoga anaknya lekas pulih dan kembali beraktivitas seperti sebelumnya.
    Sehat-sehat juga untuk mba Ira dan keluarga lain yang sedang mendampingi buah hati di rumah sakit.

    BalasHapus
  4. Huhuhu Mbak Ira selalu keren, dalam keadaan repot merawat ananda tetap bisa ngeblog
    Semoga ananda cepat pulih ya,

    BalasHapus
  5. Anak bayi saya jg ketahuan kena bronkopneumonia dari rotgen yg aslinya adalah persiapan utk sunat😭 sampai sekarang masih tahap pengobatan mbak.

    Semangat buat ortunya jg, harus kompak dan jangan sampai kelelahan yg berujung Jd ikutan sakit

    BalasHapus
  6. Semoga cepet sembuh ya sayang, anak adalah pelita buah hati, jadi harus dijaga dengan baik, simpan tenaga buat dirimu kak ira agar selalu sehat dalam mengurus anak

    BalasHapus
  7. Mb iraa, semoga anaknya lekas sembuh ya. Aamiin. Pasti sedih banget sampai berhari2 di rumah sakit. Semoga lekas sembuh dan tanpa rasa sakit lagi

    BalasHapus
  8. Sekarang gimana keadaannya mbak? Semoga sehat selalu dan lekas membaik ya.

    BalasHapus
  9. Wah, sekarang bagaimana keadaan anak mbak? Semoga lekas sehat ya. Semoga mbak Ira juga selalu sehat

    BalasHapus
  10. Semoga anaknya lekas sehat kembali ya, Mbak

    BalasHapus
  11. Cepat membaik seperti sedia kala ya buat ananda tercinta

    BalasHapus

Bikin acar dari kedondong
Setelah dibaca, minta komennya dong! 😉