Basa Basi Busuk

by - Januari 11, 2022

pic source: pixabay.com

Sesaat setelah bertemu teman-teman di reuni akbar sekolahnya, Pipit pulang dengan wajah masam dan kondisi hati yang sedih. Apa pasal? Beberapa teman yang baru ditemuinya setelah puluhan tahun gak bertemu melontarkan kalimat yang membuatnya patah hati. Melihat istrinya yang sedih usai menghadiri reuni sekolah, sang suami langsung melarang istrinya untuk mengikuti kegiatan seperti itu lagi di kesempatan berikutnya.

Pipit sedih dan marah (namun hanya bisa dipendamnya dalam hati) karena beberapa temannya mengomentari perubahan bentuk fisiknya. Teman-temannya membandingkan bentuk fisik Pipit saat ini dengan bentuk fisik Pipit belasan tahun lalu. Duh, gemas banget yaa, bisa-bisanya orang-orang itu membandingkan kondisi fisik saat ini dengan kondisi fisik saat masih sekolah. Yaaa jelas bakalan bedaa, Juleha!

Pernah mengalami hal yang sama dengan yang dialami Pipit? Walau gak mengalami hal yang sama persis, saya beberapa kali mengalami body shaming seperti yang dialami Pipit di atas. Hal ini yang juga kadang membuat saya malas bertemu orang-orang di masa lalu karena kebanyakan dari mereka akan mengomentari perubahan fisik saya.

Fyi, saat masih anak-anak hingga SMA gak jarang saya mengalami bullying. Makanya trauma banget bila bertemu teman lama dan yang dibahas hanyalah fisik karena jaman dulu fisik saya sering jadi "sasaran tembak" mulut jahat teman-teman. 

Lalu pelajaran apa yang bisa diambil dari kisah Pipit di atas? JAGA MULUT! Oh come on gaes, saat bertemu teman lama, bisakah kalian gak melakukan basa basi busuk seperti itu? Bila gak ada bahan untuk ditanyakan, lebih baik DIAM aja! Gak usah sok-sokan perhatian dengan alasan untuk mencairkan suasana tapi dengan mengajukan pertanyaan yang bisa melukai hati teman yang kamu tanyai! Hindari membahas fisik, walau mulutmu udah meronta-ronta ingin memuntahkan kalimat sampah yang kelak bakalan menyakiti hati temanmu.

Coba posisikan dirimu di posisi teman yang kalian komentari itu. Bagaimana bila kondisinya dibalik? Dirimulah yang jadi sasaran tembak. Pasti gak mau dong yaa. Makanya, jangan lakukan hal serupa pada orang lain. Cubit kulitmu dulu sebelum mencubit kulit orang lain. Bila kamu merasa sakit, orang lain pun sama.

Dan yaa, selain fisik, ada beberapa kalimat basa basi busuk lain yang sebaiknya dihindari saat ngumpul bareng teman-teman, diantaranya:


👎🏻  Menanyakan marital status

Pikir seribu kali sebelum menanyakan hal seperti kapan nikah, kapan cerai, mengapa masih betah nge-jombo atau pertanyaan-pertanyaan lain yang berhubungan dengan status pernikahan teman kita. Gak semua orang senang ditanyai hal seperti ini, yang ada malah melukai hati mereka. Terlebih setelah menanyakan itu masih dihakimi pula, ckckck!

Baca Juga: Nasehat buat adik-adik perempuan yang belum bertemu jodohnya

Jangan menanyakan pada teman mengapa ia belum menikah padahal usianya udah matang (buah kali, matang 😃) karena kita gak tahu apa alasan di balik semua itu, bisa jadi karena belum ada laki-laki yang cocok di hatinya, atau masih pengen menikmati kesendirian dan kebebasan lebih lama, atau bisa juga ia masih ingin membahagiakan orang tuanya, atau bisa saja ia memang gak mau nikah. Intinya, apapun alasannya, itu adalah haknya yang gak boleh kita atur-atur.


👎🏻 Menanyakan kapan punya anak

Selain ogah ditanya kapan nikah, ditanya kapan punya (dan nambah) anak juga adalah jenis pertanyaan yang bikin gerah. Kita gak tahu alasan orang mengapa ia belum punya anak. Apa alasan mereka memutuskan belum nambah anak padahal anak pertamanya udah beranjak remaja, misalnya. Toh kita juga gak bakalan bantu membiayai kehidupan anak-anak mereka kan? So, gak usah tanya-tanya masalah ini kalo niatnya hanya basa basi.

Kita gak tahu seberapa besar usaha teman kita dalam memiliki anak. Mungkin juga mereka sengaja menunda punya anak karena merasa waktunya belum tepat, bisa juga ada alasan medis yang mendasari keadaan ini atau bisa saja mereka memang gak mau punya anak (penganut child free).


👎🏻 Menanyakan jumlah penghasilan

Kepo pada penghasilan teman kita boleh aja, namun jangan sampe keceplosan menanyakan berapa besaran penghasilannya per bulan (kecuali bila ia berbaik hati membagikan informasi ini). Menurut saya, ini adalah hal yang sangat tabu untuk ditanyakan. Bila ingin sukses seperti teman kita, tanya aja kiat-kiat mengapa ia sukses, kali aja kita bisa menirunya agar bisa mengikuti jejak kesuksesannya. Namun bila ia gak ingin berbagi, jangan maksa. Jangan lagi bilang mereka pelit gak mau bagi ilmu. Hargai apapun keputusannya.


👎🏻 Menanyakan kenapa belum berkerudung (bagi yang muslim)

Ditanya kenapa belum berkerudung itu juga bikin jengkel. Emang salah yaa bila belum berkerudung? Kebebasan seseorang dalam memilih pakaiannya adalah hak asasinya yang gak boleh kita atur-atur. Emang kita siapa yang berhak mengatur cara berpakaian orang lain? Biarlah orang lain berpakaian sesuai kenyamanannya. Apakah ia akan berdosa karena belum menutup aurat, biarlah itu menjadi urusannya dengan Sang Pencipta. Kita gak usah ikut campur masalah ini. Kalo memang peduli padanya, cukup doakan aja semoga kebaikan selalu bersamanya.

~ ~ ~

Itulah beberapa bentuk basa basi yang menurut saya gak banget yang masih sering dilakukan beberapa orang saat bertemu orang lain di acara-acara tertentu, misal acara reuni sekolah.

Basa basi seperti ini, menurut yang melakukannya mungkin biasa aja, tapi gak bagi yang dituju. Kita gak pernah tahu batas toleransi rasa sakit orang lain sampai kita merasakan hal serupa. Yang mengajukan pertanyaan-pertanyaan konyol itu mungkin belum pernah berada di posisi "korban".

Harapan saya, semoga semakin banyak yang sadar bahwa basa basi busuk itu gak perlu dilakukan. Ada banyak cara elegan untuk mencairkan suasana dan menyapa teman yang udah lama gak ketemu. Jangan karena basa basi setitik rusak persahabatan selamanya.



You May Also Like

30 Comments

  1. Betul mbak, harus peka juga adab bertanya. Perihal penghasilan dan keimanan buat saya privacy, hal yang gak perlu ditanyakan jika gak deket2 banget.

    BalasHapus
  2. Hmm, kalau aku pribadi mendapat pertanyaan seperti itu gak masalah mbak, asal nggak sampai mencaci. Misalnya kok belum punya anak, ya kan kehadiran anak kuasanya Tuhan. Kalau cuma kalimat, "gemukan ya sekarang, udah punya anak berapa", itu hal yang biasa.

    Sebelum ada sosmed pertanyaan seperti itu bukan hal aneh, jadi gak usah dibikin baper. Toh, setiap masa pasti ada perubahan fisik pada seseorang

    BalasHapus
  3. Aamiin. Semoga makin banyak yg sadar ga usahlah komentar seperti itu meski ke sohib dekat sekalipun ya. Kita tidak tahu bagaimana perasaan orang sebenarnya, seperti kasus Pipit di atas.

    BalasHapus
  4. mungkin maksudnya biar keliatan akrab ya mbak, tapi terkadang kurang bisa memposisikan hehee jadi kalau nggak kebeneran suka bikin kesinggung

    BalasHapus
  5. Ketika saya datang ke reuni, gak ada sih yang komentarin perubahan fisik. Ya mungkin karena bisa dibilang kompak semuanya berubah jadi lebih gemuk. Apalagi yang laki-lakinya. Justru yang paling berubah hehehhe.

    Tapi, alhamdulillah teman-teman zaman sekolah memang jarang ngobrolin kondisi saat ini ketika reuni. Lebih banyak bahas masa lalu. Cerita yang seru-seru aja.

    BalasHapus
  6. Panduan banget saat akan mendatangi acara ketemu kembali dengan teman lama.
    Aku belum pernah ikutan reuni lagi karena berada jauh dari kota tempatku sekolah.
    Semoga ketika reuni, tidak bertemu dengan teman-teman toxic.

    BalasHapus
  7. Bener-benerr niatnya sih basa-basi tapi sebenarnya pertanyaan kayak gitu yang emang dianggap udah umum di masyarakt tetap aja bisa menyakitkan bagi yang ditanya.

    BalasHapus
  8. duh aku tuh yaa orangnya paling males banget nih urusan basa basi busuk, tapi kadang kalo di dunia kerja hal ini kadang dibutuhkan, misal ketemu partner bisnis ya kadang ya harus kaya gini ini wkwkkwk

    BalasHapus
  9. paling gemes emang kalau ada yang nanya penghasilan, iihh kepo benar kamu Juleha? emang apa urusannya ya nanya-nanya gitu? ckckckk.
    tentang tambah anak juga, ooh itu masih bisa nambah 1 lagi kali dapat cewek, biasanya sih ini tetua di kampung suami, hellloooow emang situ yaakin klo saya bikin lagi udah pasti dapat cewek? kue kalii dibikin sesuai takaran dan resep :p

    BalasHapus
  10. iya, mesti mikir sih kalo mau menanyakan sesuatu ke orang lain. walau hanya sekadar basa basi. kita harusnya lebih sensitif dan empati, kira2 pertanyaan yang akan ditanyakan bakal nyakitin perasaan dia ga yaa.

    BalasHapus
  11. Saya pun Mba, waktu SD sih sering jadi sasaran bully. Sampe SMA lah masih suka dikata-katain 😌 Hubungan sama temen-temen lama baik-baik aja sih. Forgiven but not forgotten, lol.

    Karena tau rasanya dibodyshaming makanya saya jaraang banget basa basi ra mutu masalah penampilan. Apalagi hal-hal pribadi kayak belum punya anak, belum dapet kerja, belum lulus, dll. Duh, not my style 😂 garing banget aja obrolan tipe begitu..

    BalasHapus
  12. setujuu aku juga gak suka nih kalau basa-basi terlalu dalam. kadang sekadar menanyakan kenapa belum ini itu sih okey aja.. tapi kalau sesudah itu masih nanya dan memberi reaksi yang kurang aku sukai, itu yang bikin males

    BalasHapus
  13. Dengan kondisiku yang sekarang, rasanya berat untuk bertemu dengan kawan lama. Bukan gak mau silaturhami, cuma basa basi busuk ini akan sulit dihindari. Dan, alih-alih bikin hepi pas jumpa, kalau bawaannya emosi dan pulang-pulang insecure susah juga ya ;)

    BalasHapus
  14. Kepoh ya kak! Aku juga paling males nih lihat orang yang gak jaga perasaan orang bertanya hal yang sensitif. Dan belum tentu nyaman bagi yang ditanya. Aku punya teman dia cerai karena suaminya selingkuh. Saat bertemu aku gak mau memulai bertanya karena pastinya menoreh luka. Kecuali dia yang memulai baru aku berpendapat

    BalasHapus
  15. Duh bener banget mba. Ga usah basa basi yang nyakitin orang. Mulut harus dijaga. Taku jadi dosa yang nggak kerasa ama kita.

    Aku itu tipe yang males datang reunian misalnya. Soalnya selain jadi ajang pamer kekayaan juga orang orang suka nanya nanya yang ga penting buat dia tapi nyakitin ke kitanya. Kan malesin banget

    BalasHapus
  16. pertanyaan2 yang ngeselin ya?

    karena itu sekarang saya males basa basi di tempat tunggu dokter, lagi ngantri dll

    pertanyaannya sering bikin kesel sih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha iya banget mbak, tapi kadang basa-basi tuh perlu juga sih di tempat umum biar bisa akrab dengan orang asing tapi ya pertanyaan jangan yang bikin nyelekinlah ya hihi.

      Hapus
  17. Buat saya pribadi sebenarnya pertanyaan ingin tahu itu wajar asal cara bertanyanya atau nada bicaranya yang apakah nanti membuat baper atau tidak. Cuma kalau semisal ke sahabat yang belum punya keturunan dan saya tahu banget kisahnya. Saya tidak akan pernah bertanya pertanyaan dan enggak mau buat bercanda soal anak, sih. Setidaknya mencoba lebih bijak dalam membaca situasi.

    BalasHapus
  18. aku mah sudah khatam ditanyain: kenapa nggak nikah?
    haha! secara jomblo permanen. memang kok, orang susah bener jaga mulut.

    yang lucu, kapan itu ada yang bilang: kamu udah kelihatan tua.

    hihihi..kocak kan? lha wong umurnya sama. macem yang dia nggak ngaca aja. si saiyah malah rambut abu baru beberapa lembar.

    kok malah curcol ya :D

    BalasHapus
  19. Ada serangkaian pepatah yang pernah saya dengar dari mereka yang lebih berumur dari saya. Jika sedang sendiri, jaga pikiran kita. Jika sedang bersama teman, jaga mulut kita. Jika sedang berada dalam sebuah komunitas, jaga perilaku kita. Dan itu terus saya ingat hingga saat ini. Bahkan sebisa mungkin melaksanakannya walaupun terkadang banyak godaan yang menghalangi.

    BalasHapus
  20. Bener, aku engga tanya-tanya 3 hal itu ke temen yg udah lama engga ketemu. Paling tanyanya, 'sibuk apa sekarang?'...trus ngomongin yg lain aja lah, yg lagi viral atau apa, selain pribadi. Soalnya aku juga engga suka ditanya-tanya sih...

    BalasHapus
  21. Banyak orang yang kurang bisa menahan dan menjaga mulutnya, padahal diem aja daripada berucap sesuatu yang tidak bermanfaat terlebih malah jadi menyakiti orang lain. Saya lagi belajar untuk menjaga perkataan ini.

    BalasHapus
  22. Komunikasi itu ada dua sisi, membangun dan sebaliknya, psikologi akan terganggu jika ada komunikasi tidak pas sehingganakan melekat lama

    BalasHapus
  23. Ya Allah ini bener banget, Mba.. :'(
    Padahal kalau reuni bisa ngobrol banyak hal daripada nanya hal-hal yang sifatnya basa-basi. Bisa nanya lagi punya hobi apa gitu-gitu kan yaaa...

    BalasHapus
  24. Ntah mengapa kalo reuni dalam sekala besar selalu membuat saya tidak nyaman, apa saya cenderung introvert ya? Hehe lebih suka berkumpul dengan sahabat meski hanya dalam hitungan jari, reuni memang jadi ajang basa basi busuk

    BalasHapus
  25. nomor 4 tuh pernah ditanyakan ke saya karena waktu sekolah tuh rata rata temen perempuan yang muslimah berkerudung.. selain itu pas reuni tetep aja pada gaulnya sama circle annya.. jadi saya gak mau ikut reuni lagi

    BalasHapus
  26. Bener banget, dan masih saja terjadi hingga saat ini hal-hal seperti itu. Rasanya gak nyaman banget, apalagi mengajukan pertanyaan yang gak perlu dijawab. Hadeuh.

    BalasHapus
  27. Paling males yang nanya2 penghasilan. Ada temen (katanya) yang kepo banget saya dapat duit dari mana selepas resign kerja dari bank. Jujurly sangat terganggu dengan pertanyaannya, tapi kadang saya bingung menghadapinya. Harusnya ngerti sih, kalau saya menjawab dengan mengalihkan topik, itu artinya nggak mau jawab.

    BalasHapus
  28. Kalau saya pas kumpul sama temen malasny bukan karena fisik tapi karena materi. Ya , karena sudah sering dibully sejak SD karena kami bukan orang kaya, jadi sering terasingkan dan dibully.

    Pas reuni gitu, jadi malas, karena kebanyakan dari mereka suka pamer harta dan jabatannya.

    Daripada saya insecure terus ya mending saya hindari acara yang begitu.

    BalasHapus
  29. Daripada bertanya basa-basi yang tak ada arti atau malah bikin sakit hati, menurutku mending diam, atau cukup tanya apa kabar deh, apalagi buat orang kayak aku yang gak suka basa-basi.

    Ngomong2, aku blm pernah ikutan reuni sih... hahaha. Beberapa kali dapat undangan, cuma karena sudah sepakat sama suami gak mau reuni2an, akhirnya gak mau datang juga. Kalo emang mau sambung silaturahmi, ketemuan aja biasa, gak usah pake reunian..

    BalasHapus

Bikin acar dari kedondong
Setelah dibaca, minta komennya dong! 😉